ImageSedekah Beras untuk Lansia Dhuafa di Pedalama Sula...
Image

Sedekah Beras untuk Lansia Dhuafa di Pedalama Sulawesi

Rp 275.931 terkumpul dari Rp 100.000.000
2 Donasi 8 bulan, 16 hari lagi

Penggalang Dana

Image
Image
Verified Organization

Beras merupakan makanan pokok bagi sebagian besar masyarakat di Indonesia. Konsumsi perkapitanya termasuk salah satu terbesar didunia, mencapai hampir 150 kilogram (beras, per orang, per tahun).

Beras tidak hanya sekadar pangan, beras merupakan kebutuhan dasar manusia untuk hidup dan beraktivitas.

Namun belakangan ini harga beras semakin melambung tinggi, bahkan di bulan Februari 2024 kemarin mencatat rekor kenaikan tertinggi sepanjang sejarah. Dengan harga rata rata di tingkat eceran mencapai Rp. 16.000 per kilo.

 

Dan siapakah yang paling terdampak dengan kenaikan harga beras ini?


Salah satunya adalah lansia dhuafa, yang bahkan dalam keadaan normal pun mereka kesulitan untuk memenuhi kebutuhan pangannya.

Nasi yang kerap kita sisakan di piring karena kekenyangan, sejatinya adalah suatu perjuangan bagi lansia dhuafa. Bagi mereka setiap suapan nasi adalah kebahagiaan dan rasa syukur

Sungguh sangat memprihatinkan melihat lansia dhuafa harus menahan lapar karena tidak ada makanan.

Jangankan memikirkan lauknya, hanya untuk membeli sekilo beras pun seringkali kesulitan.
Dan bila tidak ada beras hari itu kadang makanan tak layak pun terpaksa mereka makan.

Keadaan ini disebabkan karena kondisi dan kemampuan fisik di usia senja sangatlah jauh menurun.
Bahkan banyak diantara mereka dalam kondisi sakit. Dan mereka hanya bisa pasrah menerima keadaan, karena faktor ekonomi yang tak memadai dan tak punya tempat untuk mengadu.

Menurut data dari Kementerian Sosial (Kemensos) tercatat ada 20,5 juta jiwa, sedangkan lansia yang terlantar 2,1 juta jiwa. Dan 1,8 juta lansia berpotensi terlantar.

 

Dan mereka ada diantara kita !!!!


Mengurus kebutuhan hidup orangtua yang tidak mampu memang sudah sepatutnya menjadi tanggung jawab anak. Anak anak dimasa dewasanya berkewajiban memuliakan orangtuanya dan memastikan kebutuhan hidupnya dapat terpenuhi.

 

Tapi, bagaimana dengan lansia yang memang belum dikaruniai anak, ataupun mereka yang ditelantarkan oleh anak anaknya ?

Atau mereka yang masih harus bekerja dijalan dengan tenaga secukupnya hanya untuk sekedar menuntaskan rasa lapar mereka ?

Dan bagaimana dengan mereka yang sudah tak mampu bekerja karena kondisi fisik mereka yang lemah termakan usia?

Salah satu dari mereka adalah dua orang lansia kakak beradik, Nenek Maribe dan Nenek Sadia yang tinggal di sebuah rumah petakan di daerah Malewang, Sudiang, Makassar, Sulawesi Selatan.

Sepanjang hidupnya mereka belum menikah sehingga di hari tua nya mereka harus hidup sendiri tanpa kehadiran suami dan anak anak.

Di usia nya yang sudah menginjak 70 tahun Nenek Maribe kesulitan untuk berjalan karena kakinya yang terasa sakit bila dipaksa berjalan walaupun hanya beberapa langkah. Waktunya hanya dihabiskan untuk berbaring tak berdaya.

Penderitaannya tak hanya disitu, seringkali Nenek Maribe batuk batuk yang kemungkinan disebabkan karena dimasa mudanya dulu ia pernah menderita TBC dan tidak tuntas berobatnya.

Sementara Nenek Sadia yang berusia lebih tua, kini 80 tahun, kondisinya juga tak jauh berbeda namun ditambah dengan penglihatan yang sudah tidak jelas dan ingatannya yang sudah jauh menurun.

Bukan sakit dibadan saja yang membuatn mereka sedih, melainkan memikirkan biaya kontarakan yang harus dibayar tiap bulan dan apakah masih ada beras untuk di masak lah yang membuat mereka selalu hidup dalam kekhawatiran.

Keduanya sudah lama tak bekerja lagi karena kondisi fisik yang tak memungkinkan.

Beruntungnya masih ada keponakannya yang mau membantu kebutuhan makan mereka, namun karena keadaan ekonominya juga kekurangan , sering kali Nenek Maribe dan Sadia harus menahan lapar bila kiriman uang untuk membeli beras tak kunjung datang.

Bisa punya beras sehari untuk dimakan sudah membuat nenek Maribe dan nenek Sadia sangat bersyukur.

Program sedekah beras lansia di Griya Quran Kanaya

Sedekah beras untuk lansia merupakan upaya Griya Quran Kanaya untuk membantu lansia dhuafa di Sulawesi bisa makan dan mendapatkan sumber kekuatan untuk bisa beraktivitas.

“Siapa pun yang memberi makan kepada seorang mukmin sehingga ia merasa kenyang, Allah akan memasukkannya ke dalam salah satu pintu surga yang tidak akan dimasuki oleh orang lain,” (HR. Thabrani).

Yuk, Sedekah Beras sekarang...
Tiap butir beras yang kita sedekahkan menjadi ladang pahala yang tak ternilai.

 

Griya Qur'an Kanaya
Jl. Arung Teko No.26, Sudiang, Kec. Biringkanaya, Kota Makassar, Sulawesi Selatan 90552

  • Februari, 28 2024

    Campaign is published

Akbar2 bulan yang lalu
Berdonasi sebesar Rp 25.605
Rochmawati2 bulan yang lalu
Berdonasi sebesar Rp 250.326

Fundraiser

Belum ada Fundraiser

Mari jadi Fundraiser dan berikan manfaat bagi program ini.

Doa-doa orang baik (1)

Rochmawati2 bulan yang lalu
Semoga tersalurkan kepada yg berhak n berkah
Image
Aaminn-kan doa ini
+1
Bagikan melalui:
✕ Close